LAPORAN IMPLEMENTASI DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF TANGGAL 19 JUNI SAMPAI DENGAN 15 JULI 2012 KOMPETENSI : MENANAM TANAMAN SAWI HIJAU ( Brassica juncea. ) OLEH : NOPRI ASTOR BUNGA, SP NIP.19831111201004002 DINAS PENDIDIKAN KOTA JAYAPURA SMK NEGERI 7 JAYAPURA TAHUN 2012

Published Juli 17, 2012 by nopriastor1111

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi guru khususnya guru kejuruan bidang pertanian , Maka P4TK Cianjur memprogramkan secara rutin pembinaan berupa Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kejuruan bagi guru produktif ataupun adaptif bidang pertanian. Guru professional adalah yang memiliki kompetensi, diharapkan mampu memanfaatkan semua sumberdaya yang ada secara terpadu sebagai upaya mencapai tujuan sekolah, yaitu menghasilkan lulusan yang bermutu dan produktif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu guru harus memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.
Pendidikan dan Pelatihan (diklat) yang baru dilaksanakan ada beberapa kompetensi dan salah satunya adalah Agribisnis tanaman Panggan dan Hortikultura level Dasar. Pelaksanaannya selama 13 hari mulai tanggal 3 juni sampai tanggal 15 Juni 2012. Materi yang diperoleh adalah Kompetensi Dasar Kejuruan (K3LH, Perkembang biakan tanaman secara generatif dan vegetatif, Mengoprasikan mesil alat pertanian, Mengindentifikasi tanaman dan pertumbuhanya)
Setelah selesai melaksanakan diklat di P4TK Cianjur, maka peserta diklat diwajibkan melaksanakan implementasi hasil diklat di sekolah asal masing-masing dengan berbagai macam metode mulai dari sosialisasi, atau metode lain seperti pengamatan, percobaan yang sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. Hal ini bertujuan supaya kompetensi dan inovasi-inovasi yang diperoleh selama diklat, langsung diaplikasikan ke teman sejawat atau ke peserta didik di sekolah masing-masing ( selama 30 hari) . Hasil implementasi ini di dokumentasikan dan dibuat laporan hasil implementasi kemudian dikirimkan ke P4TK Cianjur dan dinilai oleh fasilitator yang ditunjuk. Setelah laporan sampai di P4TK, maka paling lambat 2 minggu kemudian , sertifikat pelatihan baru dikirimkan ke peserta diklat yang bersangkutan.

B. Landasan Hukum
Di dalam UU No 14 Tahun 2005 tentang undang-undang Guru dan Dosen pada Bab I pasal 1 ay at 1 dijelaskan bahwa Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:
1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Dalam pasal 8 UU No 14 Tahun 2005 dinyatakan, Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya dalam kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Untuk dapat menjadi seorang guru yang profesional salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengikuti kegiatan diklat, sesuai dengan bidang kejuruanya dan setiap guru harus memiliki sertifikat sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkannya.

II. TUJUAN MEKANISME PELAKSANAAN IMPLEMENTASI HASIL DIKLAT
A. Tujuan
Implementasi hasil diklat ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengaplikasikan kompetensi hasil diklat ke teman-teman sejawat dan ke peserta didik di sekolah asal, dengan demikian kompetensi yang dimiliki selama diklat mempunyai kebermanfaatan bagi sekolah, peserta didik dan masyarakat sebagai pelanggan. Langkah yang dilakukan adalah pertama lapor kepada Kepala Sekolah mohon dukungan kepala sekolah, setelah itu sosialisasi ke teman sejawat lalu membuat perencanaan dan merealisasikan perencanaan yang telah dibuat yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan skala 500 m2 dengan melibatkan guru produktif dan peserta didik kls XI.
B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan adalah mulai tanggal 19 Juni sampai 15 Juli 2012 dan Tempat Pelaksanaan di Sekolah dan Kebun Praktek , SMK Negeri 7 Jayapura, Kota Jayapura, Provinsi Papua

III. PEMBAHASAN HASIL IMPLEMENTASI
A. Materi Yang Diimplementasikan
Adapun materi yang diimplementasikan adalah, penyemaian , penyapihan , pemeliharaan bibit di persemaian, penanaman
B. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah sosialisasi pada teman sejawat dan praktek langsung di lapangan sesuai dengan karakteristik sekolah dengan dukungan kepala sekolah dan teman sejawat.
C. Hasil yang didapat/kebermanfaatan
1) Sosialisasi ke teman sejawat
Sosialisasi dilakukan di kantor Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dengan jumlah 5 orang selama satu jam ( 60 menit).
2) Sistematika
A. Klasifikasi Botani
Divisi : Spermatophyta.
Subdivisi : Angiospermae.
Kelas : Dicotyledonae.
Ordo : Rhoeadales (Brassicales).
Famili : Cruciferae (Brassicaceae).
Genus : Brassica.
Spesies : Brassica Juncea.

B. Jenis jenis sawi
Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen.
Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
C. Syarat Tumbuh
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.

D. Budidaya Tanaman Sawi
1. Membuat tempat persemaian
Tempat persemaian di buat dengan ukuran panjang = 1,5 meter X Lebar = 1 meter, dan benih digunakan sebanyak 800 butir.
Teknik menyemai sawi
• Pupuk kandang disiapkan sebanyak 1 wadah ember
• Tanah (± 1/3 ) dicampur dengan pupuk kandang + benih sawi
• Kemudian semuanya di campur lalu diaduk sehingga merata
• Setelah itu ditabur secara merata ke tempat persemaian
• Tunggu benih berkecambah selama 3-4 hari
• Kemudian apabilah benih sudah berumur ± 14 hari dan sudah berdaun 4-5 hlai, lalu kemudian siap dipindahkan kebedengan

a. Benih yang sdh di tebar kedalam bedengan persemaian

b. Benih yang sudah berkecambah 3-4 hari

c. Benih yang sudah berumur 6 hari

2. Pembuatan bedengan
 Pembuatan bedengan di buat dengan ukuran Panjang = 8 meter X Lebar = 2 meter, sebanyak dua bedengan
 Tanah di olah dengan mengunakan sekop sedalam 25 -30 cm
 Membuat saluran parit disekeliling bedengan 30 cm
 Menabur pupuk kandang kedalam bedengan sebanyak 2 karung yg sudah diolah
 Mengaruh / meratakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang tadi

Bedengan 1

Bedengan 2

Meratakan tanah

3. Pemeliharaan Persemaian
 Benih yang telah berkecambah dipelihara hingga jumlah daunya sebanyak 4 – 5 helai atau berumur ± 14 hari setelah tanam
 Perawatan bibit dipersemaian dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan mengunakan gembor pada pagi dan sore hari

4. Penanaman
o Penanaman dilakukan dengan mengunakan jarak tanam 20 X 20 cm
o Menghitung jumlah populasi dalam 1 bendengan dengan rumus

Populasi = Luas Lahan
Jarak Tanam
= 8 m2 X 2 m2
20 cm X 20 cm
= 16 m2
400 cm
= 160.000 cm
400 cm
= 1600
4
= 400 bibit / bedengan
o Setelah menghitung jumlah populasi maka kita dapatkan 1 bedengan terdapat 400 bibit sawi
o Membuat lubang tanam lalu menanam benih tanaman sawi
o Bibit yang sudah berumur ± 14 hari di persemaian dan berdaun 4 – 5 helai diambil dari persemaian lalu di tanam ke lubang tanam yang sudah dipersiapkan
o Penanaman dilakukan pada sore hari, sebanyak 400 bibit dalam 1 bedengan

Benih yang berumur ± 14 hari

Bibit yang sudah siap dipindakan ke bedengan

Bibit yang sudah siap dipindakan kebedengan

Penanaman

Sawi yang sudah ditanam selama 1 minngu

5. Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan dengan cara penyiraman setiap pagi dan sore hari
Pengendalian gulma dilakukan disekitar tanaman pada pagi dan sore hari, dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan unsur hara

Penyiraman

Dari hasil implementasi dengan percobaan yang dilakukan bersama peserta didik mendapat respon dan antusiasme yang baik, karena tanaman sawi di kota jayapura cukup diminati oleh masyarakat kota jayapura, disamping itu juga budidaya tanaman sawi cukup mudah dan umur tanaman sawi juga relatif sedikit, dan perawatanya juga tidak terlalu sulit, dimana setiap bulanya mereka dapat memanen.

D. Kendala atau Masalah Yang Ada
Kendala yang kami hadapi dalam implementasi hasil diklat ini adalah jarak dari rumah kesekolah cukup jauh ( ± 2 jam perjalanan), praktek imlementasi ini dilakukan pada saat anak2 libur sekolah dan susah dicari karena mereka merupakan anak kampung yang harus membantu orang tuanya di kebun untuk mencari uang, banyaknya tugas- tugas yang lain yang dihadapi karena terkendala libur semester dan sekaligus libur awal puasa, sehingga dalam implementasi kurang bisa dilakukan sampai tuntas dan kurang fokus.

IV. PENUTUP DAN SARAN
A. Kesimpulan
Implementasi hasil diklat sangat perlu dilakukan di sekolah asal, supaya kompetensi yang diperoleh dari hasil diklat memiliki kebermanfaatan bagi yang lain seperti teman sejawat dan peserta didik, karena langsung diaplikasikan di lapangan. Dampak positif dari implementasi yang dilakukan adalah teman sejawat dan peserta didik dapat memahami bagaimana cara menyemaikan dan menyapih benih melon, mulai dari persiapan media semai, penyemaian, penyapihan dan pemeliharaan, penanaman, sampai bibit siap dipanen di lapangan.
B. Saran
1. Sebaiknya implementasi waktunya jangan terlalu singkat, sehingga dapat dilakukan dengan tuntas
2. Sertifikat diklatnya jangan lupa mengirimnya ya раk.., mohon toleransinya walaupun mungkin laporannya tidak sesempurna yang bapak harapkan. Thanx.

D AFT AR PUSTAKA
Тіm Agribisnis Tanaman. 2012. Diklat Kompetensi Guru Produktif Bidang HortikulturaTanaman Melon. P4TK. Cianjur, Jawa Barat.
Anonim, 2012. Panduan Pendidikan dan Pelatihan peningkatan kompetensi Guru Produktif Bidang Agribisnis Tanaman Buah Semusim (Melon, Semangka) Level Menengah. P4TK , Cianjur, Jawa Barat.
Sutedjo, M.M. IR. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Rahardi.F., Yovita H.I, dan Haryono. 1997. Agribisnis Tanaman Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)

Satuan Pendidikan : SMKN 7 Jayapura
Komp. Keahlian : Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Bidang Studi : Kompetensi Kejuruan Kelas/Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 1, 2, 3, 4
Alokasi Waktu : 9 x 45 Menit
Tahun Pelajaran : 2011 / 2012

Standar Kompetensi : Menanam
Kompetensi Dasar : Menyiapkan media tanam, Menanam dengan Benih, Menanam dengan bibit, Menyulam
Indikator :
Pengertian media tanam dijelaskan berdasarkan jenis fungsinya
Macam – macam media dijelaskandengan benar
Media tanam disiapkan sesuai dengan kebutuhan.
Jarak tanam ditentukan berdarkan persyaratan masing-masing tanaman
Lubang tanam dibuat menggunakan tugal dengan kedalaman disesuaikan jenis benihnya
Benih dimasukan kedalam lubang tanam dengan jumlah 2 biji/ lubang
Lubang tanam yang berisi benih ditutup mengunakan tanah
Bibit ditempatkan kedalam lubang tanam dengan hati2
Perakaran bibit di timbun dengan tanah sebatas leher akar
Penanaman dilakuakan tampah melukai bibit
Penanaman dilakukan pada waktu yang tepat
Bibit yang ditanam disiram dengan hati hati jangan sampai mengubah posisih bibit
Pengertian dan tujuan penyulaman
Bibit yang telah mati atau rusak setelah penanaman disulam sesuai prosedur
Batas waktu penyulaman ditentukan dengan benar

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu :
Menjelaskan pengertian media tanam berdasarkan jenis dan fungsinya
Menjelaskan macam macam media dengan benar
Menyiapkan media tanam sesuai dengan kebutuhanya
Menjelaskan jarak tanam
Menjelaskan pembuatan lubang tanam
Menanam
Penempatan bibit pada lubang tanam
Faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan penanaman bibit
Teknik penanaman bibit
Teknik penyiraman bibit
Pengertian dan tujuan penyulaman
Teknik penyulaman
Penentuan batas waktu penyulaman

MATERI AJAR
Pengertian media tanam
Macam – macam media tanam
Persiapan media
Jarak tanam
Pembuatan lubang tanam
Menanam
Penempatan bibit pada lubang tanam
Faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan penanaman bibit
Teknik penanaman bibit
Teknik penyiraman bibit
Pengertian dan tujuan penyulaman
Teknik penyulaman
Penentuan batas waktu penyulaman
METODE PEMBELAJARAN
Ceramah dan tanya jawab (tutorial)
Diskusi
Praktek

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan ke 1 (3 x 45 menit) (teori)

Kegiatan Rincian Waktu (Menit)
Kegiatan Awal Mendata kehadiran siswa (absensi)
Pendidikan budi pekerti (membiasakan berdoa, mengucapkan salam, serta memberi wejangan atau motivasi agar siswa giat belajar)
Memberi informasi tentang tujuan pembelajaran
Apersepsi tentangmenyiapkan media tanam
Memberi pertanyaan secara umum, untuk mengukur pengetahuan siswa tentang menyiapkan media tananm, yaitu :
Apa saja faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha budidaya.

15
Kegiatan Inti Eksplorasi
Menjelaskan pengertian media tanam berdasarkan jenis dan fungsinya
Menjelaskan macam-macam media tanam
Menyiapkan media tanam
Menghitung kebutuhan benih
Menjelaskan teknik persemaian tanaman sawi
Menjelaskan jarak tanam
Menjelaskan cara pembuatan lubang tanam
Menjelaskan teknik penanaman
Menjelaskan teknik penyiraman
Menjelaskan pengertiaan dan tujuan penyulaman
Menjelaskan teknik penyulaman
Elaborasi
Mendiskusikan teknik persemaian benih
Menghitung benih
Mengerjakan latihan soal
Konfirmasi
Menyimpulkan hasil diskusi dan menyamakan persepsi tentangmenyiapkan media tanam, meyemaian benih dan menghitung kebutuhan benih 105
Kegiatan Akhir Bersama siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran
Memberi kuis / Pertanyaan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
Menginformasikan materi selanjutnya
Salam penutup 15

Pertemuan ke 2 (3 x 45 menit) (Praktek)

Kegiatan Rincian Waktu (Menit)
Kegiatan Awal Mendata kehadiran siswa (absensi)
Pendidikan budi pekerti (membiasakan berdoa, mengucapkan salam, serta memberi wejangan atau motivasi agar siswa giat belajar)
Memberi informasi tentang tujuan praktek
Apersepsi tentang penyiapan bibit 15 menit
Kegiatan inti Eksplorasi
Menjelaskan fungsi media tanam
Menjelaskan teknik penyemaian tanaman sawi
Menyiapkan media tanam media tanam
Menghitung benih yang dibutuhkan
Membuat persemaian
Elaborasi
Membagi siswa dalam bentuk kelompok, menyiapkan media tanam, melakukan penyemaian benih tanaman sawi sesuai prosedur
Konfirmasi
Menyimpulkan hasil Lembar Kerja Siswa dan menyamakan persepsi mengenai teknik menyiapkan media tanam, penyemaian benih tanaman sawi. 105 menit
Kegiatan Akhir Memberikan latihan materi praktek
Salam penutup 15 menit

Pertemuan ke 3 (3 x 45 menit) (praktek)

Kegiatan Rincian Waktu (Menit)
Kegiatan Awal Mendata kehadiran siswa (absensi)
Pendidikan budi pkerti (membiasakan berdoa, mengucapkan salam, serta memberi wejangan atau motivasi agar siswa giat belajar)
Memberi informasi tentang tujuan praktek 15 menit
Kegiatan Inti Eksplorasi
Menjelaskan tujuan menanam dengan benih
Membuat jarak tanam
Membuat lubang tanam
Melaksanakan teknik penanaman
Penyiraman
Elaborasi
Membagi siswa dalam kelompok, melakukan penentuan jarak tanam di lapangan, membuat lubang tanam, dan melakukan penanaman, serta melakukan penyiraman.
Konfirmasi
Menyimpulkan hasil Lembar Kerja Siswa dan menyampaikan persepsi mengenai penentuan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, penanaman, dan penyiraman 105 menit
Kegiatan Akhir Memeriksa hasil pekerjaan siswa
Salam penutup 15 menit

Pertemuan ke 4 (3 x 45 menit) (Praktek)

Kegiatan Rincian Waktu (Menit)
Kegiatan Awal Mendata kehadiran siswa (absensi)
Pendidikan budi pekerti (membiasakan berdoa, mengucapkan salam, serta memberi wejangan atau motivasi agar siswa giat belajar)
Memberi informasi tentang tujuan praktek
Apersepsi tentang penyiapan bibit 15 menit
Kegiatan inti Eksplorasi
Melakukan penyulaman
Melakukan pemeliharaan

Elaborasi
Membagi siswa dalam bentuk kelompok, untuk melakukan penyulaman dan pemeliharaan tanaman sawi sesuai prosedur
Konfirmasi
Menyimpulkan hasil Lembar Kerja Siswa dan menyamakan persepsi mengenai teknik penyulaman dan pemeliharaan. 105 menit
Kegiatan Akhir Memberikan latihan materi praktek
Salam penutup 15 menit

ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR
Alat : Alat tulis, modul, laptop, LCD, white board, cangkul, meteran, parang, kayu tugal
Sumber :
Modul persiapan lahan
Modul budidaya tanaman sawi
Hendro S. Sumartono, Budidaya Tanaman Hortikultura

PENILAIAN
TES TERTULIS/KOGNITIF (pengetahuan/Pemahaman, Bobot 20 %)
Jelaskan komposisi media semai yang baik untuk tanaman sawi
Berapa jarak tanam tanaman sawi

NO Kunci Jawaban Skor
1 Tanah top soil 1 bagian
Pupuk kandang jadi 2 bagian
Benih sawi 800 biji
Furadan secukupnya 50
2 20 cm X 20 cm 50
Skor maksimal 100
(20% x 100) = 20

KEGIATAN PRAKTIKUM / PSIKOMOTORIK (Bobot Nilai 60 %)

Kompetensi Dasar Kriteria keberhasilan Ya Tidak
75 80 90 100
Menyiapkan media tanam Teknik persiapan media

Menanam dengan benih

Menanam dengan bibit Teknik jarak tanam

Teknik penanaman bibit

Ya = 75 – 100
Tidak = 0

TES SIKAP MENTAL (bobot nilai 20 %)
Penilaian sikap dilakukan bersama-sama antara guru dan siswa

No Aspek Non Instruksional Sikap (Attitude) Skor Perolehan
Believe (B)
(Preferensi Oleh Penguji Ybs) Evaluation (E)
(Oleh Guru)
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Kedisiplinan
2 Tanggung jawab
3 Kerjasama
4 Inisiatif
5 Kebersihan

Nilai Attitude (Nat) = (∑▒〖(B_n+ E_n)〗)/((5+5)) x 100
Keterangan :
B = Preferensi oleh penguji Ybs
E = Evaluasi oleh guru
N = AspekNon Instruksional Sikap (Attitude)
(5 + 5) = Ketetapan
5 = Jumlah Aspek Non Instruksional

Nilai Total :

No Nama Siswa NIS Nilai Teori (20 %) Nilai Praktek (60 %) Nilai Sikap (20 %) Total Nilai BL/L Ket

Nilai rata-rata minimal siswa 75, Nilai <75 Remedial

Kepala Sekolah

NELSON RICKY AFFAR, ST
NIP. 19651208 199303 1 015 Jayapura, 15 juli 2012
Guru Mata Pelajaran,

NOPRI ASTOR BUNGA, SP
NIP. 19831111 201004 1 002

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 7 JAYAPURA
Mata Pelajaran : KOMPETENSI KEJURUAN ATPH
Tahun Pelajaran : 2011 – 2012 Kelas / Semester : XI/ 2
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 4 x 45

Standar Kompetensi : Menanam
Kompetensi Dasar : Menyiapkan media tanam
: Menanam dengan benih
: Menanam dengan bibit
: Menyulam

III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu menyiapkan media tanam, menanam dengan benih, menanam dengan bibit, dan menyulam
ALAT DAN BAHAN
Tempat persemaian
Tanah top soil
Benih sawi
Pupuk kandang
Furadan
Fungisida
Air gembor
Sekop
IX. KESELAMATAN KERJA
Selama melaksanakan praktek lapangan gunakan pakaian praktek lengkap (wearpack, sepatu booth, topi).
Hati-hati dalam bekerja.

X. LANGKAH KERJA
Membuat tempat persemaian
Tempat persemaian di buat dengan ukuran panjang = 1,5 meter X Lebar = 1 meter, dan benih digunakan sebanyak 800 butir.
Teknik menyemai sawi
Pupuk kandang disiapkan sebanyak 1 wadah ember
Tanah (± 1/3 ) dicampur dengan pupuk kandang + benih sawi
Kemudian semuanya di campur lalu diaduk sehingga merata
Setelah itu ditabur secara merata ke tempat persemaian
Tunggu benih berkecambah selama 3-4 hari
Kemudian apabilah benih sudah berumur ± 14 hari dan sudah berdaun 4-5 helai, lalu kemudian siap dipindahkan kebedengan
Pembuatan bedengan
Pembuatan bedengan di buat dengan ukuran Panjang = 8 meter X Lebar = 2 meter, sebanyak dua bedengan
Tanah di olah dengan mengunakan sekop sedalam 25 -30 cm
Membuat saluran parit disekeliling bedengan 30 cm
Menabur pupuk kandang kedalam bedengan sebanyak 2 karung yg sudah diolah
Mengaruh / meratakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang tadi

Pemeliharaan Persemaian
Benih yang telah berkecambah dipelihara hingga jumlah daunya sebanyak 4 – 5 helai atau berumur ± 14 hari setelah tanam
Perawatan bibit dipersemaian dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan mengunakan gembor pada pagi dan sore hari

Penanaman
Penanaman dilakukan dengan mengunakan jarak tanam 20 X 20 cm
Menghitung jumlah populasi dalam 1 bendengan dengan rumus
Populasi =

Setelah menghitung jumlah populasi maka kita dapatkan 1 bedengan terdapat 400 bibit sawi
Membuat lubang tanam lalu menanam benih tanaman sawi
Bibit yang sudah berumur ± 14 hari di persemaian dan berdaun 4 – 5 helai diambil dari persemaian lalu di tanam ke lubang tanam yang sudah dipersiapkan
Penanaman dilakukan pada sore hari, sebanyak 400 bibit dalam 1 bedengan
Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan dengan cara penyiraman setiap pagi dan sore hari
Pengendalian gulma dilakukan disekitar tanaman pada pagi dan sore hari, dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan unsur hara

Hasil pengamatan
Menyiapkan media tanam
No Menyemai benih Kriteria (sesuai/tidak sesuai) Keterangan
1 Menyimpan media semai
2 Komposisi media semai
3 Teknik menyemai
4 Hasil akhir kegiatan

Menanam dengan benih

No Menyapih bibit/pindah pot Kriteria (sesuai/tidak sesuai) Keterangan
1 Menyimpan jarak tanam
2 Pembuatan lubang tanam
3 Teknik menanam
4 Hasil akhir kegiatan

Tugas
Jelaskan tujuan penyemaian benih !
Jelaskan teknik pembuatan lubang tanam !

Mengetahui,
Pembimbing

_______________ Jayapura, 15 juli 2012
Praktikan

___________________

DAFTAR HADIR SOSIALISASI DIKLAT TANAMAN SAYURAN HORTIKULTURA (SAWI)
KOMPETENSI KEAHLIAN AGROBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA (ATPH)
HARI/TANGGAL : SELASA, 15 JULI 2012

NO NAMA GURU TANDA TANGAN
1 Ir. Simon Anggono Sanubari
2 Robby Abdul Gani, SP
3 Jhoni Ponglangan, SP
4 Yusiani Sinaga, SP
5 Suprapta, SP

Jayapura, 15 juli 2012

Ka. Kompetensi ATPH

NOPRI ASTOR BUNGA, SP
NIP. 19831111 201004 1 002

JURNAL
KEGIATAN IMPLEMENTASI HASIL DIKLAT
TANAMAN SAYURAN (SAWI)
TANGGAL, 19 JUNI SAMPAI 15 JULI 2012

KOMPETENSI : 1. MENANAM
NAMA : EDI SYAPUTRA
KELAS : XI TANAMAN

No Hari/Tanggal Kegiatan Paraf Pembimbing

Pembimbing
(…………………………….) Jayapura, 15 juli 2012

Siswa
(…………………………….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: