laporan prakrin 2013 cianjur pada departemen agribisnis tanaman panggan n hortikultura

Published September 14, 2013 by nopriastor1111

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di daerah tropis khususnya Indonesia tumbuh berbagai tanaman rempah, daun-daunan, akar-akaran, umbi-umbian yang bersifat anti oksidan, anti bakteri seperti merica, pala, cengkeh, kapulaga, sereh, jahe, kunyit yang sering digunakan untuk bumbu masakan sehingga masakan tidak mudah basi atau busuk karena tercemar bakteri. Lain halnya pada masakan-masakan di daerah sub tropis atau dingin yang banyak menggunakan protein dan lemak hewani untuk menghangatkan tubuh. Tanaman di daerah tropis lebih banyak menyerap dan menyimpan matahari dan sari tanah. Bagi mereka yang mengkonsumsi lebih banyak sayuran dari pada daging akan lebih sehat (tentu saja tanpa pestisida /pupuk kimia).
Tanaman herbal di Indonesia sekarang sudah tidak terlalu di sering digunakan. Apalagi pada masyarakat kota, karena meraka lebih suka mengkonsumsi obat-obat yang terbuat dari kimia. Padahal obat-obat yang dikonsumsi masyarakat kota banyak mengandung bahan kimia dan itu mempunyai efek samping yang dapat merugikan manusia. Perkembangan industri obat tradisional terus meningkat. Kesadaran masyarakat semakin meningkat tentang manfaat tanaman sebagai obat. Obat herbal dapat diperoleh tanpa resep dokter, dapat diramu sendiri, bahan baku tidak perlu diimpor, dan dapat ditanam sendiri oleh pemakainya.
Dalam memanfaatkan dan mengembangkan tanaman obat, juga harus diperhatikan pelestarian dan perlindungannya. Pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini masih sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya biaya pengobatan dan harga obat-obatan. Adanya kenyataan bahwa tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan semakin meningkat, sementara taraf kehidupan sebagian masyarakat kita masih banyak yang kemampuannya pas-pasan. Maka dari itu, pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah tersebut. Dengan kembali maraknya gerakan kembali ke alam (back to nature), kecenderungan penggunaan bahan obat alam/herbal di dunia semakin meningkat. Gerakan tersebut dilatarbelakangi perubahan lingkungan, pola hidup manusia, dan perkembangan pola penyakit. Obat yang berasal dari bahan alam memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat-obatan kimia, karena efek obat herbal bersifat alamiah. Dalam tanaman-tanaman berkhasiat obat yang telah dipelajari dan diteliti secara ilmiah menunjukan bahwa tanaman-tanaman tersebut mengandung zat-zat atau senyawa aktif yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan(Maheswari, 2002). Pengobatan dengan obat modern ternyata tidak mampu mengobati semua penyakit. Beberapa penyakit yang cukup berat seperti tumor dan kanker ternyata tidak cukup diobati dengan obat modern, tetapi juga diperlukan obat tradisional. Efek samping jauh lebih aman dibanding obat kimia. Besarnya konsumsi obat-obat dari bahan alami telah membuka peluang yang cukup besar bagi pengembangan tanaman obat.

1.1 Maksud dan Tujuan
1.1.1 Maksud
a. Siswa dapat membandingkan teori yang diperoleh di sekolah dengan yang ada di lapangan
b. Siswa lebih berpengalaman di dunai industri
c. Siswa menjadi lebih displin dan bertanggung jawab dalam melaksankan tugas

1.1.2 Tujuan
a. Memperoleh pengalaman yang riil di industri yang relevan.
b. Mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan SMK dalam memasuki dunia indstri atau dunai kerja
c. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

1.2 Metode Pakarein
a. Observasi, melakukan pengamatan secara intensif pada kegiatan produksi yang dialami.
b. Wawancara, dengan menanykan secara langsung kepada instruktur dan teknisi lapangan tentang produksi di PPPPTK Pertanian Cianjur.
c. Diskusi, melakukan diskusi bersama pembimbing guna menambah keterangan dan informasi tentang tekik produksi.

1.3 Hasil Dan Manfaat Yang Diharapkan
1.3.1 Hasil
Hasil yang diharapkan dalam mengikuti magang ini adalah agar siswa menjadi terampil dan profesional dalam bidang teknologi hasil pertanian baik dari segi manajemennya maupun dari segi teknologinya serta diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengelola keahlian yang didapatnya.
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktek Kerja Industri (Prakerin) dilaksanakan mulai dari tanggal 26 Agustus 2013 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2013. Kegiatan Prakerin dilaksanakan di PPPPTK Pertanian Cianjur pada Departemen Agroindustri yang beralamat di Jl. Jangari Km. 14 PO BOX 138 Cianjur, Jawa Barat 43202.

BAB II
KEADAAN UMUM PPPPTK PERTANIAN CIANJUR

2.1 Sejarah Singkat
Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Pertanian Cianjur atau VEDCA (Vocational Education Develoment Center For Agriculture) dulu merupakan unit pelaksanaan teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional yang pendirinya mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0529/0/1990, tentang organisasi dan tata kerja Pusat Pengembangan Penataran Guru yang secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 09 maret 1991.
VEDCA merupakan suatu lembaga sebagai Pusat Pelatihan Guru Pertanian seluruh Indonesia yang secara umum memiliki peran fungsi dan tugas pokok sbb:
1) Menjadi lembaga pemikir (Think Thank) bagi Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan pertanian.
2) Menjadi lembaga pelayan, Pembina dan pembimbing dalam peningkatan mutu lembaga pelaksanaan pendidikan.
3) Sebagai pelaksana dan pengembang program pendidikan dan latihan dalam bidang kejuruan pertanian.
4) Mengembangkan lembaga VEDCA agar mampu melaksanakan peran, fungsi dan tugas di atas sesuai atau relevan dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta tuntutan masyarakat.
5) Mengembangkan pendidikan Diploma III (DIII) berdasarkan naskah kerjasama Universitas Jenderal Soedirman Nomor: 540/J 23/KS/2002 dan Nomor: 1697a/C5/PP/2002, tanggal 27 Agustus 2002. Vedca dengan Universitas jenderal soedirman Nomor: 1955/C.17/MN/2002 dan Nomor: 5409/J 23/KS/2002, tanggal 20 Agustus 2002.

Pada tanggal 13 Februari 2007, PPPG Pertanian di refungsionalisasi dan berubah namanya menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau PPPPTK Pertanian sesuai dengan pertauran Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 8 tahun 2002. Kedudukan PPPPTK Pertanian atau Vedca kini menjadi unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional bidang pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan, yang bertanggung jwab penuh kepada Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Tugas PPPPTK Pertanian melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan di bidang pertanian dan menyelenggraka fungsi penyusunan program pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan, mengelola data dan informasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, memfasilitasi dan melaksanakan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dan melaksanakan unsur administrasi PPPPTK. Sebagai sub sistem Dirjen PMPTK/Depdiknas, maka PPPPTK Pertanian harus memiliki Visi yang mendukung ketercapaian dari Visi Dirjen PMPTK “Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang profesional dan bermartabat” dan Visi Depdiknas “Terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif.”
Visi Tahun 2025 : “Meraih kualitas hidup yang lebih baik melalui pembentukan insan profesional” Makna dari pernyataan tersebut adalah “insan yang memiliki pengetahuan, keterampilan yang didukung oleh sifat dan kepribadian yang menggandrungi keunggulan, bersemangat juang tinggi, mandiri, pantang menyerah, selalu ingin berubah menjadi lebih baik, berwawasan global, inovatif, kreatif, dan produktif untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik.” Pencapaian Visi tahun 2025 dilakukan melalui lima (5) tahap. Pada periode tahun 2010 – 2014 merupakan tahap ke dua (2). Visi Tahun 2014 : “Terselenggaranya layanan prima pendidikan dan pelatihan dalam membentuk insan profesional”
Makna dari pernyataan tersebut adalah “insan yang memiliki pengetahuan, keterampilan yang didukung oleh sifat dan kepribadian yang menggandrungi keunggulan, bersemangat juang tinggi, mandiri, pantang menyerah, selalu ingin berubah menjadi lebih baik, berwawasan global, inovatif, kreatif, dan produktif untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik.” Pencapaian Visi tahun 2025 dilakukan melalui lima (5) tahap. Pada periode tahun 2010 – 2014 merupakan tahap ke dua (2). Visi Tahun 2014 : “Terselenggaranya layanan prima pendidikan dan pelatihan dalam membentuk insan profesional”
Yang dimaksud dengan layanan diklat yang prima adalah :
• Mutu pengelolaan, berstandar internasional dengan menggunakan standar manajemen ISO yang selalu ditingkatkan secara terus menerus (Continous improvment)
• Materi diklat Relevan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi PTK dan relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah, serta mengandung muatan yang berkaitan dengan kesepakatan global
• Akses layanan merata untuk seluruh wilayah/daerah di Indonesia
• Tersedia bagi seluruh unsur pendidikan (PTK dan asosiasi profesi)
• Layanan dalam proses diklat dilakukan secara cepat, tepat, dan memuaskan pelanggan
Misi tahun 2014 :
1. Meningkatkan mutu dan relevansi layanan diklat.
2. Meningkatkan pemerataan dan perluasan akses layanan diklat
3. Meningkatkan sistem pengelolaan lembaga yang menjamin
Tata nilai
Aspek manusia merupakan tata nilai yang dianut dan disepakati oleh seluruh anggota organisasi, yang harus dijadikan motto bagi seluruh anggota organisasi dalam bekerja dan berhubungan satu sama lainnya. Tata nilai yang telah dianut dan akan terus dipertahankan adalah “Versatile, dedicate, and care”. Tata nilai ini memiliki nilai-nilai yang luhur, namun didalam implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan makna dari nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu mulai tahun 2010 ini nilai-nilai tersebut harus menjadi fokus perhatian yang harus dikembangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang realistis dan terukur.

PPPPTK Pertanian telah sepakat menggunakan nilai-nilai lembaga sebagai berikut berikut :
“Versatile-Dedicate-Care” atau disingkat “VEDCA”
Makna yang terkandung pada nilai-nilai tersebut adalah :
Versatile :
• Cakap : Bekerja iklas, cerdas, berhasil dan tuntas
• Profesional : Kompeten, jujur, menggandrungi keunggulan
Dedicate :
• Loyal : Konsisten terhadap pekerjaan
• Disiplin : Tepat waktu dan taat peraturan
• Tanggung jawab : Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
Care :
Peduli : Tanggap terhadap kondisi, kebutuhan dan kepentingan lembaga dan masyarakat

2.2 Prestasi Penting yang pernah Diraih
Potensi sumber daya yang ada saat ini menghasilkan berbagai prestasi penting bagi PPPPTK Pertanian atau Vedca, diantaranya Sertifikat ISO 9001 Versi 2000, tentang Manajemen Mutu, kemudian pada tanggal 20 Agustus 2004, diperoleh juga ISO 17025 tentang Manajemen Mutu Laboratorium Pengujian, kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 210/KE/P/M.PAN/12/2006 tanggal 14 Desember 2006, PPPPTK Pertanian atau Vedca dianugerahi Piala Citra dari Presiden Republik Indonesia atas prestasi tinggi sebagai lembaga pelayanan publik.

2.3 Sumber Daya Manusia
Saat ini, lembaga ini didukung oleh sumber daya manuisai yang secara kuantitas maupun kualitas sangat mendukung pengembangan program PPPPTK Pertanian atau Vedca. Untuk dapat menjalankan tugasnya PPPPTK Pertanian dilengkapi fasilitas sumber daya manusia yang terdiri dari sekitar 100 widyaiswara dan instruktur, 80 teknisi dan 90 tanaga pendukung.

2.4 Fasilitas Pendukung
Fasilitas pendukung yang dimiliki anatar laian penginapan berkapasitas 250 orang, sedangkan areal lahan terdiri dari 50 ha tanah darat dan 5 ha tanah sawah. Disamping itu terdapat juga fasilitas sarana ibadah, tempat dan peralatan praktek, lahan uji coba, kandang, kolam, bengkel, sarana olah raga, ruang baljar, laboratorium, ruang pertemuan, ruang makan, transportasi, hiburan/pemancingan, green house, perpustakaan, teleconference point/internet.
Saat ini, Vedca merupakan lembaga di lingkunan departemen pendidikan nasional yang bertanggung jwab secara teknis dalam pengembangan/peningkatan mutu pendidikan menengah kejuruan pertanian, terutama meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan pelatihan kejuruan, layanan jasa konsultan serat produk-produk yang berhubungan dengan aspek teknis pada sub sektor pertanian tanaman hortikultura, sub sektor perikanan dan kelautan, sub sektor pengolahan hasil pertanian, alat mesin pertanian dan aspek-aspek ekonomi dalam agribisnis.

2.5 Aktifitas Yang Telah Dilaksankan
1. pengembangan kurikulum sekolah menengah kejuruan pertanian.
2. pengembangan bahan ajar/bahan latihan yang diperlukan dalam pendidikan dan latihan kejuruan pertanian.
3. pengembangan program dan asistensi peninkatan mutu sekolah kejuruan pertanian.
4. pelatihan manajrial bagi para pengelola sekolah menengah kejuruan.
5. pelatihan kependidikan dan kejuruan bagi para pengelola dan pelaksana sekolah menengah kejuruan pertanian.
6. pendidikan dan pelatihan agribisnis bagi masyarakat umum dan deprtemen lainnya diluar departemen pendidikan nasional.
7. produksi berbagai hasil pertanian (tanaman, ternak, ikan) dan hasil olahannya.
8. pengembangan/inovasi teknologi kependidikan dan latihan serta hal-hal yang berkaitan dengan sektor pertanian dan
9. pelaksanaan pendidikan diploma bidang Akuakultur/budidaya perairan, nautika perikanan laut, kultur jaringa, dan teknologi benih/penangkaran benih, agribisnis ruminasia, pengendalian mutu agroindustri dan rancang bangun peralatan pertanian, teknologi herbal, agrbisnis sutera alam dan teknik komputer jaringan.

2.6 Unit Kerja PPPPTK Pertanian
1. Departemen Agribisnis tanaman dan kehutanan
2. Departemen Agribisnis Peternakan
3. Departemen Agribisnis Perikanan Budidaya
4. Departemen Agroindustri dan Teknik Kimia
5. Departemen Alat Mesin Pertanian Departemen Perikanan Tangkap
6. Departemen Manajemen dan teknologi Pendidikan
7. Laboratorium Pengujian Mutu Agroindustri

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jenis-jenis Tanaman Herbal
Di Indonesia terdapat banyak jenis-jenis tanaman herbal. Sebelum membahas lebih jauh tentang tanaman herbal. Terlebih dahulu kita akan membahas pengertian tanaman herbal dan latarbelakangnya. Pengertian Herbal merupakan singkatan dari kata Herba yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah tumbuhan, sedangkan dalam bahasa Inggris herb yang berarti jamu. Jadi definisi herbal adalah tumbuhan yang memiliki khasiat tinggi bagi kesehatan manusia dan dengan bahan yang merupakan hasil kekayaan alam. Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan berbasis tanaman herbal adalah Herbalogi. Pengobatan berbasis herbal merupakan pengobatan paling tua di dunia, manusia kuno mencari kesehatan dan kesembuhan bagi dirinya melalui benda-benda di sekelilingnya seperti tumbuhan, hewan dan lain sebagainya.
Pada zaman perbudakan di Mesir, tepatnya pada tahun 200 SM, budak yang di angkut dari afrika diberi asupan daun bawang dan jahe untuk menangkal penyakit demam dan flu sebab kalau seorang budak yang sakit maka nilai jualnya pun menjadi turun. Tabib-tabib di jazirah Arab menggunakan aneka tumbuhan herbal untuk kesehatan dan kesembuhan pasiennya. Pada abad pertengahan, penggunaan obat herbal dikembangkan oleh pendeta-pendeta kuno untuk menyembuhkan orang sakit. Namun, dunia pengobatan herbal yang paling maju adalah Tiongkok dan negeri barat. Sinsei Tiongkok memadukan pengobatan dengan teknik akupuntur. Uniknya, bahan pembuat obat-obatan di pasok dari Indonesia. dari zaman Sriwijaya dan majapahit, bumi nusantara atau Indonesia menghasilkan aneka tanaman rempah yang berguna bagi orang-orang Indonesia dan juga bagi orang-orang luar. Perdagangan tanaman dan hasil rempah dikirim untuk dijual ke negeri utara seperti Tiongkok dan negeri barat. Sejarah pengobatan Indonesia di yakini sudah berlangsung sejak nenek moyang kita mulai mngenal manfaat dan khasiat dari berbagai tanaman yang sudah tertanam dan merupakan kekayaan kita hingga dikembangkan sampai sekarang ini. Jamu merupakan salah satu bukti warisan pengobatan dari nenek moyang kita. Jamu dibuat dari aneka rempah-rempah khas Indonesia. Sampai sekarang pun, khasiatnya tak pernah sedikit pun diremehkan dan diragukan. Membudidayakan tanaman obat-obatan secara serius sangat menguntungkan karena pasarnya jelas, yakni industry jamu tradisional seperti yang ada di Taman Jamu Indonesia, maupun konsumen eceran yang membutuhkan tanaman obat. Ada dua peluang membudidayakan tanaman herbal, yakni penjualan bibit tanaman dan produk tanaman seperti rimpang, daun, batang maupun akarnya. Semuanya member manfaat ekonomis bagi para petani herbal.
Table 1. Jenis-jenis tanaman herbal
No Nama jenis Nama Tumbuhan
1. Daun Sirsak, Miana, binahong, kumis kucing, sambiloto, iler, dll.
2. Batang Iler, brotowali,
3. Bunga Iler, rossela
4. Akar Alang-alang,
5. Kulit batang Kayu manis, jambu biji, minyak kayu putih
6. Buah Jambu biji, mahkota dewa, mengkudu,

2.2 Pemeliharaan
2.2.1 Pengairan
Air merupakan bahan yang sangat vital bagi kebidupan tanaman. Kekurangan air mengakibatkan terganggunya perkem-bangan morfologi dan proses fisiologi tanaman. Masalah kekurangan air timbul akibat siklus hidrologi di alam yang tidak merata. Sebagai tindak lanjut-nya, lahirlah pemikiran untuk memenuhi kekurangan air yang sering terjadi. Salah satu ilmu yang mengkaji dan membahas masalah air bagi pertanian adalah ilmu irigasi.
Irigasi berarti berarti memberi air padata tanaman untuk memenuhi
kebutuhan air bagi pertumbuhannya.
Kebutuhan air tanaman sama dengan
kehilangan air per satuan luas yang
diakibatkan oleh kanopi tanaman
ditambah dengan hilangnya air melalui
penguapan permukaan tanah pada
luasan tertentu. Dengan demikian
kebuhtuhan air tanaman ditentukan
dengan menghitung besarnya penguapan
(evaporasi) permukaan tanah dan
penguapan kebutuhan air secara tepat.
Banyak faktor yang perlu mendapat
perhatian, terutama faktor meteorologi
dan faktor hidrologi yang berhubungan
langsung dengan jumlah dan efisiensi
irigasi.
Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi
penampungan air, penyaluran air ke
lahan, dan pembuangan kelebihan air
serta menjaga kontinyuitas air. Pada
prinsipnya air irigasi yang ditambahkan
adalah untuk menutupi kekurangan air
tanah yang telah ada pada saat yang
diperlukan dan dalam jumlah yang cukup.
Oleh karena itu untuk merancang irigasi
diperlukan data hidrologi, meteorologi,
dan pengelolaan air yang mantap.
Keguanaan air irigasi adalah untuk
mempermudah pengolahan tanah,
mengatur suhu tanah dan iklim mikro,
membersihkan tanah dari kotoran, kadar
unsur-unsur racun, dan garam serta asam
yang berlebihan, menekan pertumbuhan
gulma, hama dan penyakit tanaman.
Fungsi Air bagi tanaman
Fungsi air bagai tanaman adalah : (a)
bagian dari protoplasma, bisanya air
membentuk 85% sampai 90% dai berat
keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman
(jaringan yang sedang tumbuh), (b)
reagen yang penting dalam proses
fotosintesa dan dalam proses hidrolitik
seperti perubahan pati menjadi gula; (c)
pelarut garam, gas dan berbagai material
yang bergerak ke dalam tanaman melalui
dinding sel, dan jaringan xilem ke dalam
tanaman, melalui dinding sel dan jaringan
xilem serta menjamin kesinambungannya;
(d) sesuatu yang esensial
untukmenjamin adanya turgiditas
pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun,
proses membuka dan menutupnya mulut
daun, kelangsungan gerak, struktur
tanaman.
Kebutuhan air bagi tanaman
Kebutuhan air tanaman dinyatakan
sebagai jumlah satuan air yang diserap
per satuan berat kering yang dibentuk
atau banyaknya air yang diperlukan untuk
menghasilkan satu satuan berat kering
tnaman. Selama pertumbuhan tanaman
terus menerus mengisap air dari tanah
dan mengelarkannhya pada sat
transpirasi. Kehilangan air pada tanaman
dapat terjadi melalui (a) transpirasi, (b)
akibat sampingan fiksasi karbon dioksida
dalam pemecahan karbon dan oksifgen.
Waktu yang untuk melakukan penyiraman adalah disaat tumbuhan butuh air hal ini ditandai dengan daun layu. Dan biasanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pengairan ini dilakukan pada pagi hari. Penyiraman ini juga tidak harus sering-sering dilakukan, tetapi hal ini dapat terjadi jika kita menyiram sesuai kapasitas lapangan.

2.2.2 Pemupukan
Di dalam tanaman herbal digunakan pupuk organik.
a. Fungsi pupuk organik:
– Memperbaiki struktur tanah
– Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
– Menciptakan kondisi yang baik untuk kehidupan di dalam tanah
– Sumber unsur hara yang dibutuhkan tanah.

b. Jenis-jenis pupuk organik
– Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan baik padat maupun cair. Kandungan unsur hara kotoran ternak berbeda-beda, karena masing-masing ternak mempunyai sifat khas tersendiri. Kandungan unsur hara dalam pupuk dipengaruhi oleh jenis ternak, makanan dan usia ternak.
– Kompos adalah pupuk yang berasal dari pelapukan bahan-bahan berupa dedaunan, jerami, alang-alang, rumput, kotoran hewan, sampah kota, dll. Proses pelapukan kompos dapat dipercepat melalui bantuan manusia. pengomposan berarti merangsang perkembangan bakteri (jasadrenik) untuk menguraikan bahan-bahan yang dikomposkan agar terurai menjadi senyawa lain. Dalam proses penguraian tersebut mengubah unsur hara yang terikat dalam senyawa organik. Sehingga yang tadinya senyawa organik yang sukar larut setelah diproses dapat langsung diserap tanaman. Pengomposan juga bertujuan menurunkan resiko C/N. Jika bahan organik yang memiliki rasio C/N tinggi tidak dikomposkan dan langsung diberikan ke dalam tanah maka proses penguraiannya akan terjadi di tanah, mengakibatkan CO2 dalam tanah meningkat. Sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman, bahkan pada tanah ringan mengakibatkan daya ikat terhadap air rendah serta struktur tanahnya berserat dan kasar.
– Pupuk Hijau adalah pupuk yang berasal dari tanaman (hijauan) meliputi bagian daun, tangkai dan batang muda tanaman tertentu yang banyak mengandung unsur Nitrogen. Tanaman yang dikategorikan pupuk hijau menpunyai bakteri rhizobium yang menempel pada akar, terutama pada tanaman famili Leguminosae.
– Humus adalah sisa tumbuhan berupa daun, akar, cabang dan batang yang sudah membusuk secara alami lewat bantuan mikroorganisme dan cuaca. Sifat humus tidak berbeda dari kompos yaitu mudah mengikat air dan gembur, sedangkan ciri khasnya berwarna hitam sampai coklat tua. Salah satu cara menambahkan humus ke dalam tanah adalah dengan membenamkan pupuk hijau ke dalam tanah sehingga akan terjadi pembusukan yang membentuk humus.
c. Cara memupuk
Cara memupuk sangat tergantung pada jenis tanaman dan kebiasaan teknik budidaya yang diterapkan karena kita tidak bisa mengetahui kebutuhan tanaman secara tepat dan kandungan unsur hara tersedia dalam tanah. Semua hanya berdasarkan pengamatan fisik, kecuali jika menganalisa kandungan hara tanah ke laboratorium. Ada macam-macam cara memupuk
– Ditabur atau disebar, pemupukan ini diterapkan untuk pupuk berupa butiran (granule) atau serbuk. Pemupukan cara ini dilakukan pada tanaman yang jarak tanamnya rapat atau tidak teratur dan pada tanaman yang sistem perakarannya dangkal seperti tanaman padi.
– Larikan, pemupukan ini dilakukan dengan tahap pertama membuat larikan untuk memupuk, masukkan pupuk ke dalam larikan kemudian tutup lagi dengan tanah agar pupuk yang diberikan tidak mudah menguap. Pemupukan cara ini dilakukan pada tanaman yang jarak tanamnya lebar dan teratur seperti jagung, kacang tanah, dll.
– Dimasukkan ke lubang tanam, pemupukan cara ini digunakan untuk tanaman tahunan yang sebelumnya diawali dengan pembuatan lubang tanam. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang kemudian ditutup lagi dengan tanah.
– Pengocoran, pemupukan ini diterapkan untuk pupuk cair atau pupuk padat yang pemberiannya dilarutkan dulu dalam air. Keuntungan memupuk cara ini adalah pupuk langsung diserap oleh akar tanaman yang kemudian diolah oleh daun.
2.2.3 Penyiangan
Tanaman pertanian mudah terpengaruh oleh gulma, terutama sewaktu masih muda. Apabila pengendalian gulma diabaikan sama sekali, maka kemungkinan besar usaha tanaman pertanian akan rugi total. Pengendalian gulma yang tidak cukup pada awal pertumbuhan tanaman pertanian akan memperlambat pertumbuhan dan masa sebelum panen. Beberapa gulma lebih mampu berkompetisi daripada yang lain (misalnya Imperata cyndrica), yang dengan demikian menyebabkan kerugian yang lebih besar.
Sedangkan batasan mengenai pengertian gulma ada beberapa hal antara lain :
Tumbuhan yang tidak dikehendaki tumbuh di suatu tempat dan harus dikeluarkan dari tempat tersebut.
Tumbuhan yang berkompetesi dengan manusia dalam hal (penggunaan) tanah
Tumbuhan yang berkompetisi secara fisik dengan tanaman budidaya dalam hal penggunaan sarana tumbuh (air, unsur hara, cahaya matahari, CO2 dan ruang tempat tumbuh)
Tumbuhan yang mempunyai pengaruh negatif terhadap manusia baik secara langsung maupun tidak
Gulma mengkibatkan kerugian-kerugian yang antara lain disebabkan oleh :
1) Persaingan antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi, terjadi persaingan dalam pengambilan air, unsur-unsur hara dari tanah, cahaya dan ruang lingkup.
2) Pengotoran kualitas produksi pertanian, misalnya pengotoran benih oleh biji-biji gulma.
3) Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya, sehingga merusak pertumbuhannya.
4) Gangguan kelancaran pekerjaan para petani, misalnya adanya duri-duri Amaranthus spinosus, Mimosa spinosa di antara tanaman yang diusahakan.
5) Perantara atau sumber penyakit atau hama pada tanaman, misalnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tumbuhan inang hama ganjur pada padi.
6) Gangguan kesehatan manusia, misalnya ada suatu gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi.
7) Kenaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian, misalnya menambah tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah, penyiangan, perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi.
8) Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi, yang paling mengganggu dan tersebar luas ialah eceng gondok (Eichhornia crssipes). Terjadi pemborosan air karena penguapan dan juga mengurangi aliran air. Kehilangan air oleh penguapan itu 7,8 kali lebih banyak dibandingkan dengan air terbuka. Di Rawa Pening gulma air dapat menimbulkan pulau terapung yang mengganggu penetrasi sinar matahari ke permukaan air, mengurangi zat oksigen dalam air dan menurunkan produktivitas air.
Pengaruh yang merugikan dengan adanya gulma pada lahan pertanian ada beberapa hal, antara lain :
1) Mempunyai pengaruh persaingan/kompetisi yang tinggi dengan tanaman budidaya
Adanya gulma di lahan pertanian mempunyai pengaruh persaingan/kompetisi yang tinggi sehingga dapat menurunkan hasil panen. Kompetisi/persaingan ini dapat berupa kompetisi akan ruang, air, unsur hara maupun sinar matahari.
2) Sebagai rumah inang sementara dari hama dan patogen penyebab penyakit tanaman budidaya
Banyak hama dan patogen penyebab penyakit pada tanaman budidaya yang tidak hanya hidup pada tanaman yang dibudidayakan tetapi juga pada gulma khususnya yang secara taksonomi erat kaitannya dengan tanaman tersebut.
3) Mengurangi mutu hasil panen tanaman budidaya
Beberapa bagian dari gulma yang ikut terpanen akan memberikan pengaruh negatif terhadap hasil panenan. Misalnya dapat meracuni, mengotori, menurunkan kemurnian, ataupun memberikan rasa dan bau yang tidak asli.
4) Menghambat kelancaran aktivitas pertanian
Adanya gulma dalam jumlah populasi yang tinggi akan menyebabkan kesulitan dalam melakukan kegiatan pertanian misalnya pemupukan, pemanenan dengan alat-alat mekanis, pengairan, dan lain-lain.
Penyiangan adalah penghilangan rumput atau tanaman liar di sekitar tanaman yang sedang kita rawat. Rumput atau tanaman liar perlu dihilangkan karena menimbulkan penghalangan tumbuhnya tanaman yang sedang kita rawat, kompetisi penyerapan hara, ruang, cahaya, dan CO2, penularan penyakit karena adanya rumput atau tanaman liar yang mempunyai penyakit sama dengan tanaman yang sedang kita tanaam, pemakanan atau perusak tanaman kita oleh serangga, karena ada rumput atau tanaman liar yangmenjadi sarang atau tenpat mencari makan serangga. Tujuan penyiangan adalah untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara dan mencegah hama dan penyakit. Penyiangan harus dilakukan secara rutin minimal satu bulan sekali. Contoh dari penyiangan yaitu dengan menggunakan cangkul, koret, atau dicabut dengan tangan.

BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 Waktu dan tempat
Proses kegiatan praktek kerja lapangan ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu
Waktu : 26 Agustus sampai 26 oktober 2013
Tempat : di PPPPTK Cianjur(Pusat Pengembangan Pemberdaya Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Departemen Hortikultura khususnya di Tanaman Herbal.
Alamat : Jl. Jangari KM. 14, Desa Sukajadi, Kec. Karang Tengah, Kab. Cianjur, Jawa Barat PO. Box. 138 Cianjur 43202, Telp. 0263-285003, Fax. 0263-285026

3.2 Persiapan
Sebelum melakukan Praktek kerja lapangan ada hal-hal yang harus penulis persiapkan
3.2.1 Alat
NO. NAMA ALAT SPESIFIKASI KETERANGAN
1. Cangkul 1 Untuk penyiangan di kebun herbal
2. Ember 1 Untuk mengambil air dari dalam tong, dan untu tempat lidah buaya.
3. Gembor 1 Untuk menyiram tanaman
4. Gunting 1 Untuk menggunting daun jahe dan tanaman yang sudah layu
5. Tengki 1 Untuk menyemprot tanaman
6. Kater 1 Untuk memotong kulit kelengkeng
7. Pisau okulasi 1 Untuk membuang kulit pohon kelengkeng
8. Plastik 1 Untuk mencangkok
9. Lahan Disesuaikan Untuk menanam bunga kol, caicin, kangkung.
10. Media tanam Disesuaikan Untuk tempat persemainan benih bunga kol, stekan cincau, lavender dan cangkokan kelengkeng.
11. Pisau 1 Untuk membersihkan jahe dan lidah buaya.
12. Kuali 1 Untuk membuat instan jahe
13. Panci 1 Untuk merebus lidah buaya
14. Kompor 1 Untuk memasak instan jahe dan merebus lidah buaya.
15. Sabit 1 Untuk membersihkan kebun herbal
16. Sarung tangan Sepasang Untuk melindungi tangan agar tidak luka

3.2.2 Bahan
No. Nama Bahan Spesifikasi Keterangan
1. Lidah Buaya Disesuaikan Sebagai bahan baku pembuatan manisan lidah buaya
2. Jahe Disesuaikan Sebagai bahan baku pembuatan instan jahe.
3. Air Disesuaikan untuk merebus Lidah buaya dan instan jahe.
4. Gula Disesuaikan Untuk bahan baku pembuatan instan jahe dan manisan lidah buaya
5. Kayu Manis Disesuaikan Untuk bahan baku instan jahe
6. Daun Pandan Disesuaikan Untuk bahan baku pembuatan manisan lidah buaya dan instan jahe
7. Serai Disesuaikan Untuk bahan baku instan jahe

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Jenis-Jenis Tanaman Herbal
No Nama Tumbuhan
Dan Gambar Nama Ilmiah Tumbuhan Bagian yang digunakan Cara pengelolahan Manfaat
1. Jahe
Zingiber officinale Rosc Umbi atau Rimpang Direbus dan ditumbuk Menghangatkan Badan
2. Antanan Kembang

Viola adorata L. Umbi dan Daun Dapat dikonsumsi secara langsung dan direbus Menenagkan syaraf dan menyegarkan daya pikir
3. Rosella
Hibiscus sabdarifa Bunga dan batang Direbus, direndam air hangat dalam kondisi bunga segar, direndam air dingin dalam kondisi bunga kering Menurunkan kolestrol, menurunkan darah tinggi, menjaga stamina.
4. Tapak Liman

Elephantopus scaber L Semua bagian Direbus Anti radang, membunuh kuman, menghilangkan bengkak, menetralkan racun.
5. Miana

Coleus scutellarioides
Benth Daun dan tangkai Direbus dan diremas-remas Menyembuhkan luka, anti bengkak, mematangkan bisul.
6. Mahkota Dewa
Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl Buah Direbus setalah daging buah kering Anti kanker, melancarkan peredaran darah dan energi, mengurangi nyeri, menenagkan.
7. Gendola

Basella rubra Linn Daun, Batang, Buah Direbus, langsung digunakan cairan buahnya, diperas. Radang selaput mata, susah kencing, Dysentri, sesak napas.
8. Sambiloto

Andrographis paniculata Seluruh bagian Direbus Melindungi hati dan menekan pertumbuhan sel kanker
9. Kumis kucing

Orthosiphon stamineus Benth Daun Direbus atau dikeringkan dulu baru direbus Radang ginjal, batu ginjal, kencing manis.
10. Jati Belanda

Guazuma ulmifolia Lamk Daun Dapat digunakan secara langsung dan direbus daunnya yang kering Pelangsing, batuk, perut kembung, rasa sesak dilambung

4.2.2 Persiapan Lahan
Sebelum melakukan penanaman tumbuhan herbal penulis mempersiapkan lahan yang akan ditanamai beberapa tumbuhan herbal. Cara mempersiapkan lahan:
a. Membersihkan rumput dan mencangkul lahan yang akan ditanamai
b. Cangkul tanah supaya tanah menjadi gembur

Manfaat Pengolahan Lahan :
• Memperbaiki Struktur Tanah.
• Memperbaiki Aerasi Tanah.
• Membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
• Menghambat tumbuhnya gulma.
• Melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air)

4.2.3 Penanaman
Setelah lahan bersih dan tanah sudah gembur. Sekarang melakukan penanaman.
a. menanam sirih, vanili, bunga kol dan kangkung.
b. Gali tanah yang sudah gembur sesuai kebutuhan lalu tanam sirih, vanili.
c. Khusus untuk tanaman bunga kol dilakukan pembibitan dan setelah bunga kol tumbuh 2-3 daun pindahkan bunga ke lahan yang sudah dipersiapkan.
d. Sedangkan menanam kangkung siapkan media tanam dan tanam biji kangkung di media tersebut tunggu 20 hari pertumbuhan kangkung sudah bisa dipanen.
4.2.4 Pemeliharaan
1) pengairan
2) pemupukan
3) pengendalian OPT
4) sanitasi/penyiangan

BAB VI
P E N U T U P

6.1 Kesimpulan
a. Selain dari mutu bahan yang digunakan, kebersihan pekerja juga mempengaruhi roti yang dihasilkan.
b. Bahan yang digunakan dalam pembuatan roti harus memakai bahan – bahan yang mempunyai kwalitas baik.
c. Bahan pokok dalam pembuatan roti adalah tepung, ragi, air dan garam.
d. Kebersihan peralatan serta ruang tempat produksi juga ikut mempengaruhi terhadap roti yang dihasilkan.
e. Dalam proses pembuatan roti banyak perlakuan – perlakuan yang harus diikuti sesuai prosedur.

6.2 S a r a n
6.2.1 Saran dari Segi Produksi
a. Sebelum melakukan kegiatan produksi ada baiknya melakukan sanitasi terhadap ruangan produksi, alat dan sebagainya.
b. Sebelum melakukan kegiatan produksi sebaiknya siapkan peralatan yang diperlukan.
c. Ketika melakukan proses produksi diharapkan pekerja memakai jas atau kelengkapan kerja.
d. Sebelum menggunakan atau mengoperasikan peralatan kerja sebaiknya membaca SOP dari alat tersebut.

6.2.2 Saran untuk Sekolah
a. Tingkatkan lagi kinerja dari program magang.
b. Jalin kerja sama dengan perusahaan yang lebih menunjang kegiatan magang.
c. Khusus untuk program keahlian THP supaya melengkapi semua peralatan produkksi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2001. Cara – Cara Membuat Roti Yang Baik dan Benar. Pusat Penggolahan Terigu Bogasari. Bandung.

Anonim. ( U.S. Wheat Associates ). 1981. Pedoman Penerbit Jembatan. Jakarta.

Salman, Lily. M, 2001. Pembuatan Roti Manis. Depdiknas. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah PPPPTK Pertanian Cianjur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: